Suara Kedaulatan News: Batam
Tampilkan postingan dengan label Batam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Agustus 2026

Mabes Polri Turun Tangan, Publik Pertanyakan Pengawasan di Batam



Suara Kedaulatan News
Batam, 16 Agustus 2026 


Turunnya tim Mabes Polri melakukan penggerebekan di sejumlah tempat hiburan malam (THM) dan lokasi gelper di Batam menuai sorotan publik. Masyarakat mempertanyakan efektivitas pengawasan Polda Kepri dan Polresta Barelang, bahkan muncul dugaan adanya praktik “beking” atau perlindungan terhadap oknum tertentu.

Padahal, Polda Kepri dan Polresta Barelang memiliki kewenangan dalam pencegahan dan penindakan narkoba serta penyakit masyarakat di wilayah Batam. Karena itu, turunnya langsung Bareskrim Mabes Polri menimbulkan pertanyaan: mengapa Mabes harus turun tangan jika aparat daerah memiliki kewenangan yang sama?

Dalam penggerebekan HH Club di Jodoh, tim Bareskrim disebut mengamankan 32 orang, menetapkan enam tersangka dan menyita 762 butir ekstasi. Pengembangan kemudian menyasar sejumlah THM lainnya.

Tak hanya narkoba, keberadaan mesin gelper seperti tembak ikan dan mesin slot juga menjadi sorotan. Masyarakat mempertanyakan bagaimana aktivitas yang diduga mengarah pada perjudian masih dapat beroperasi di berbagai titik Batam, bahkan ketika sebagian usaha disebut memiliki izin.

Kondisi ini memunculkan spekulasi mengenai dugaan “beking”. Namun, tudingan tersebut harus dibuktikan melalui penyelidikan. Jika tidak benar, aparat perlu memberikan penjelasan secara transparan. Sebaliknya, jika ditemukan oknum yang melindungi praktik ilegal, siapa pun harus ditindak tanpa pandang bulu.

Turunnya Mabes Polri diharapkan tidak hanya berhenti pada penggerebekan dan penetapan tersangka, tetapi juga membongkar jaringan pemasok narkoba, pengendali perjudian, pihak yang memberikan perlindungan, serta kemungkinan adanya konflik kepentingan.

Publik kini menunggu transparansi: Ada apa sebenarnya di balik maraknya narkoba dan gelper di Batam? Mengapa Mabes harus turun langsung? Dan jika benar ada “tameng”, siapa yang berada di baliknya?

(Team/harry)

Senin, 05 Mei 2025

M. Kamal Yusuf Terpilih Jadi Ketua Ansor Batam Periode 2025/2029 Mendatang.


Suarakedaulatan.News.
Batam-Senin-05-05-2025


Muhammad Kamal Yusuf terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Batam periode 2025—2029 dalam konferensi cabang ke-Vl.

Konfercab yang mengusung tema Meneguhkan gerakan melanjutkan khidmat perjuangan Ansor masa depan digelar di Restauran Golden Prwan, Ahad (4/5/2025).

M Kamal Yusuf menggantikan Ahmad Firmansyah sebagai nahkoda baru GP Ansor Batam.

Kepada awak media, mantan Ketua PC PMII Batam ini menegaskan akan melanjutkan program-program PC Ansor periode sebelumnya yang dinilai sukses dan berhasil. Ia menekankan pentingnya kaderisasi di tubuh organisasi Ansor.

"Salah satu langkah strategis yang kemudian akan menjadi langkah gerak kami adalah dengan mendorong kaderisasi di tingkat PAC. Kaderisasi menjadi mutlak dan sangat penting. Kami nantinya tentunya akan sangat fokus di sana," ujar mantan aktivis ini.

Selain kaderisasi, Kamal turut menyingung penguatan ekonomi kader Ansor Banser. Ia mengharapkan kader-kader Ansor Banser bisa mandiri dari sisi ekonomi dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

"Kedepannya, kita akan pikirkan bersama bagaimana agar kader-kader kita memiliki usaha-usaha untuk menunjang ekonomi dan keberlangsungan Ansor. Tak ada lagi kader-kader yang pengangguran. Malah kalau bisa mapan secara ekonomi," tuturnya.

Hadir dalam Konfercab tersebut, Sekretaris Jendral PP GP Ansor, Pimpinan Pusat Ansor, PWNU Kepri, BAZNAS Kepri, Katib Syuriah PCNU Batam, Asisten tiga pemko Batam, Kasatkorwil Banser Kepri, Ketua Ansor Batam, dan pengurus serta sejumlah tamu undangan.

Kamal terpilih dalam pemilihan secara voting. Ia berhasil mengungguli dari kandidat lainnya dan dinyatakan sebagai Ketua Ansor terpilih periode 2025/2029 mendatang.

(***Budiman)

Ad Placement

Pekanbaru

Advertorial

DPRD